Berita

UHAMKA gandeng DANDIM 0504 antisipasi bangkitnya Komunisme

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah Profesor Dr. Hamka (UHAMKA ) kembali menyelenggarakan nonton bareng pemberontakan dan penghianatan G 30 S PKI di lingkungan kampus setelah sebelumnya dilaksanakan secara mandiri oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi di Kampus FEB UHAMKA Pasar Rebo Jakarta Timur.

Kali kedua UHAMKA yang dimotori Langsung oleh wakil rektor III Dr. H .Bunyamin menggandeng Dandim 0504/Jakarta Selatan untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa tentang Bahaya Komunisme dan memberikan informasi tentang pemberontakan PKI tahun 1965

Kegiatan ini dikemas juga dalam bentuk Nonton Bareng bersama para petinggi TNI di Jakarta Selatan diantaranya Mayor Infantri Sunarko SH MH, Kasdim 0504/Jakarta Selatan dan Mayor Armed Nawang, Danramil 05 Kebayoran Baru.

Dalam kesempatan itu, Mayor Infantri Sunarko SH MH, Kasdim 0504/Jakarta Selatan menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap UHAMKA yang telah menginisiasi nonton bareng film G 30 S /PKI. Ini adalah gelaran nonton bareng satu-satunya dan pertama kali di Jakarta yang digelar di lingkungan kampus (bersama TNI).

“Artinya UHAMKA mulai dari rektor, dosen hingga mahasiswanya memiliki rasa nasionalisme dan kebangsaan yang tinggi,” ungkapnya.

Sunarko memyampaikan bahwa ajakan untuk menonton kembali film yang sudah pernah dilarang diputar tersebut bukan untuk tujuan politik. Ini semata-mata karena perkembangan situasi keamanan negara yang memanas.


“Banyak negara lain yang ingin mencaplok negara kita. Mereka ingin Indonesia menjadi bagian dari mereka, dengan cara apapun. Sehingga mereka berupaya menghalalkan segala cara,” tegasnya.

Menurutnya juga, dengan menonton kembali film G 30 S PKI, generasi muda bisa memahami sejarah dengan baik, bukan sejarah yang direkayasa apalagi pemutarbalikkan fakta.

“Bangsa Indonesia pernah memiliki sejarah kelam pemberontakan PKI dimana para jenderal dibunuh, kyai, alim ulama juga dibunuh. Sejarah kelam seperti ini jangan sampai terulang lagi,” Sambungnya .

Menjaga Indonesia, menjaga ideologi Pancasila bukan semata-mata tugas TNI. Tetapi kita semua termasuk mahasiswa memiliki kewajiban dan tanggungjawab yang sama. ungkapnya di Jakarta Jumat
(29/9) Wartawan: FH UMH Photo: Nurlina UMH

sumber: http://www.koranmu.com/2017/09/uhamka-gandeng-dandim-0504-antisipasi.html?m=1

FAKULTAS AGAMA ISLAM
UHAMKA

Jl. Limau 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
fai.uhamka99@gmail.com
(021) 7234356

 

© 2017 Fakultas Agama Islam - UHAMKA. All Rights Reserved. Designed By Zanash

Search