oleh: Dr. Gusniarti, MA.
Dosen Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Agama Islam, UHAMKA
Anggota Aisyiyah Komunitas UHAMKA
Tahun Baru Islam 1447 Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, tetapi momentum spiritual untuk melakukan hijrah—berpindah dari kondisi lama menuju tatanan hidup yang lebih baik. Hijrah dalam konteks ini tidak hanya bermakna secara ibadah, tetapi juga sebagai bentuk tajdid atau pembaruan dalam aspek sosial dan ekonomi umat.
Dalam sejarah Islam, hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah adalah titik balik terbentuknya masyarakat baru yang dibangun atas dasar keadilan, solidaritas, dan kemandirian. Termasuk di dalamnya, pembentukan sistem ekonomi Islam yang membebaskan umat dari sistem jahiliyah yang timpang dan eksploitatif.
Komitmen terhadap perubahan dan pemberdayaan ekonomi umat juga menjadi bagian dari dakwah kultural yang diusung oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Melalui amal usahanya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, Muhammadiyah terus mendorong kemandirian umat secara berkelanjutan.
Di tengah semangat hijrah ini, organisasi perempuan Islam seperti Aisyiyah hadir sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi umat. Aisyiyah tidak hanya dikenal dalam bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui program Gerakan Ekonomi Aisyiyah (GEA), yang mencakup BUEKA, Sekolah Wirausaha Aisyiyah, dan Koperasi Aisyiyah, serta wadah Iswara (Ikatan Saudagar Wirausaha Aisyiyah), Aisyiyah mendorong kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Semangat inilah yang sejalan dengan upaya kelembagaan UHAMKA dalam mendukung hijrah ekonomi umat. Salah satu wujud konkretnya adalah pendampingan terhadap transformasi PT BPR Matahari Artadaya menjadi BPRS Matahari, sebuah lembaga keuangan rakyat berbasis syariah yang kini telah resmi berizin OJK. Transformasi kelembagaan ini dikukuhkan melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-39/D.03/2025 tanggal 18 Juni 2025. Perubahan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan hijrah ekonomi institusional, sekaligus langkah strategis dalam mendorong sistem keuangan syariah yang lebih adil, inklusif, dan memberdayakan—selaras dengan semangat hijrah 1447 H.
Fakultas Agama Islam UHAMKA, khususnya Program Studi Perbankan Syariah, mengambil peran aktif dalam mendukung proses transformasi tersebut. Dosen-dosen dari prodi ini terlibat dalam berbagai tahap pendampingan dan penguatan syariah, menunjukkan bahwa keilmuan yang dikembangkan di dunia akademik dapat memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi umat.
Sebagai program studi yang fokus pada pengembangan sistem keuangan syariah, Prodi Perbankan Syariah tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai teori, tetapi juga mendorong mereka menjadi pelaku perubahan yang membawa nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan keberkahan dalam dunia usaha dan pembiayaan mikro.
Tahun Baru Islam 1447 H ini adalah momentum untuk memperkuat kembali komitmen hijrah ekonomi. Jihad hari ini bukan lagi dengan pedang, tetapi melalui dedikasi dan integritas di pasar, keberkahan dalam usaha, serta keberanian untuk membangun sistem ekonomi alternatif yang lebih adil dan memberdayakan.
Ketika ekonomi umat kuat, pendidikan akan terangkat, kesehatan akan membaik, dan martabat umat akan bangkit. Dan itu semua dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan niat yang besar.
Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.
Mari berhijrah. Mari memperbarui.
Mari membebaskan ekonomi umat dari ketimpangan menuju keadilan dan keberkahan.